Nyantrik Sedoyo di OMAH GHONDOL
Nyantrik Sedaya di Omah Gondhol adalah rangakain kegiatan pembelajaran Kokurikuler murid kelas VIII SMPN 1 Gedangan dengan tema "Nusantara Berkisah : Menjelajah Kearifan Lewat Irama, Gerak, dan Cerita". Dimana kegiatan ODL ini bertujuan untuk mengeksplor seni dan budaya di omah Gondhol pada tanggal 21-22 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari alur rangkaian kokurikuler terkait kegaiatan eksplorasi seni. Omah Ghondol merupakan ruang kreatif yang berfokus pada pelestarian dan pengembangan seni tradisi Jawa. Tempat ini tidak hanya menjadi panggung bagi pementasan wayang, tari tradisional, gamelan, manajemen produksi, dan falshmob. Tempat ini juga berfungsi sebagai ruang belajar yang hidup bagi generasi muda untuk menyerap nilai-nilai luhur budaya adiluhung. Di sinilah seni tidak sekadar dipelajari, melainkan dihayati sebagai bagian dari jati diri dan peradaban.
Perjalanan menuju Yogyakarta diawali dari titik kumpul di SMP Negeri 1 Gedangan pada Rabu dini hari. Tujuh armada bus pariwisata telah berjajar rapi di lapangan kantin sekolah, siap mengantarkan rombongan menuju kota budaya. Sebelum keberangkatan, seluruh siswa dan pendamping melaksanakan salat Subuh berjamaah, sebuah ikhtiar spiritual yang mencerminkan penguatan karakter religius, beriman, dan bertakwa yang menjadi nilai utama warga SPENSAGED. Usai doa dipanjatkan, perjalanan pun dimulai dengan penuh semangat. Sepanjang perjalanan, suasana keceriaan terasa begitu kental melalui lantunan lagu-lagu kebersamaan serta yel-yel kebanggaan SPENSAGED yang menggema di dalam bus.
Setibanya di Omah Ghondol, rombongan disambut secara hangat dan penuh antusias oleh para pelatih serta fasilitator seni, khususnya Mas Gondhol selaku maestro seni sekaligus pemilik Omah Ghondol. Setelah prosesi penyambutan, para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan tema kegiatan, bakat, dan minat masing-masing. Pembagian kelompok ini dilakukan sebagai tahap awal persiapan menuju penciptaan karya yang nantinya akan ditampilkan di lingkungan sekolah. Dalam suasana yang akrab dan inspiratif, siswa diberikan ruang yang luas untuk mengeksplorasi potensi diri melalui berbagai aktivitas seni.
Sebagian siswa berlatih memainkan gamelan dengan penuh ketekunan, khususnya pada instrumen saron dan kendang. Kelompok lainnya mempelajari tarian tradisional dengan gerak yang anggun dan sarat makna. Selain itu, terdapat pula siswa yang berdiskusi dan berkreasi dalam pengolahan musik modern dengan sentuhan inovatif. Kegiatan seni rupa juga menjadi bagian penting dalam rangkaian pembelajaran, di antaranya melalui aktivitas menganyam yang menuntut ketelitian dan kesabaran. Seluruh proses kreatif tersebut didampingi oleh mentor sejak tahap awal hingga menghasilkan sebuah karya. Di bidang vokal, siswa mengikuti pelatihan seni panembromo (koor tradisional Jawa) yang bertujuan melatih kekompakan, kepekaan rasa, dan estetika peserta didik SMP Negeri 1 Gedangan. Tidak berhenti disana, merak ajuga dilengkapi dengan mataeri manajemen produksi, murid dibekali tentang cara mengelola sebuah pertunjukan agar tampil professional dan menarik bagi audiens. Puncak kegiatan hari pertama ditandai dengan momen kebersamaan yang berkesan, ketika siswa dan guru bergerak serempak dalam iringan musik yang membawakan lagu daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. Perpaduan irama dan gerak tersebut menciptakan harmoni yang merefleksikan semangat kolektif, kecintaan terhadap budaya, serta kebanggaan akan kekayaan seni bangsa. Tingginya antusiasme peserta membuat waktu terasa berlalu begitu cepat. Menjelang waktu Magrib, seluruh rombongan bersiap meninggalkan Omah Ghondol untuk melanjutkan perjalanan menuju hotel sebagai tempat beristirahat.
Kegiatan tidak berhenti pada hari pertama. Pada hari kedua, para siswa kembali mengikuti rangkaian aktivitas yang berlangsung secara terstruktur dan edukatif. Salah satu kegiatan utama adalah pertunjukan flashmob yang melibatkan sekitar 300 peserta di kawasan Tebing Breksi, sebuah destinasi wisata yang memadukan keindahan alam dengan seni pahat modern.Selanjutnya, siswa diajak mengeksplorasi wilayah Yogyakarta melalui kunjungan ke Pictniq Land. Pada lokasi ini, peserta didik diberikan tugas untuk membuat vlog yang mendokumentasikan rangkaian kegiatan Outing Class (ODL) sebagai bentuk pembelajaran berbasis pengalaman. Kegiatan pembelajaran tersebut tidak hanya berfokus pada produksi konten, tetapi juga dilanjutkan dengan kunjungan ke pusat perbelanjaan dan ikon budaya, seperti kawasan Malioboro dan Pasar Beringharjo. Melalui kunjungan tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk mengamati secara langsung aktivitas sosial masyarakat serta memahami dinamika ekonomi dan budaya lokal. Seluruh rangkaian kegiatan pada hari kedua kemudian diakhiri dengan perjalanan kembali menuju Sidoarjo.
Kegiatan ODL ini tidak sekadar menjadi pembelajaran di luar kelas yang bersifat rekreatif, melainkan berfungsi sebagai wadah ekspresi, kreasi, dan penguatan karakter peserta didik. Melalui interaksi langsung dengan seni dan budaya, siswa diajak untuk belajar menghargai tradisi, bekerja sama, serta menumbuhkan kepekaan estetis dan sosial. Ke depan, diharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan dengan ragam yang lebih variatif, mampu menampung aspirasi siswa dan wali murid, melibatkan masyarakat sekitar, serta menghasilkan karya atau program kolaboratif yang melibatkan seluruh komponen SPENSAGED , siswa, guru, wali murid, dan warga sekolah.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen terhadap pendidikan yang berkarakter. SPENSAGED terus melangkah maju, menorehkan inspirasi, dan menanamkan kecintaan terhadap seni dan budaya sebagai warisan luhur bangsa. Bangsa yang memiliki jati diri kuat adah bangsa memiliki akar budaya yang dilestarikan.
Video bisa dibuka di facebook link : https://www.facebook.com/share/v/1E1XWNZXEd/
@Cahaya_Mata
