Cerpen Tema Nuzulul Quran

Cerpen Tema Nuzulul Quran

Cerpen Tema Nuzulul Quran

MALAM NUZULUL QUR'AN

Malam itu suasana rumah terasa berbeda dari hari-hari sebelumnya. Setelah tarawih, Ayah langsung menggelar karpet di ruang tengah. Ibu membawa teh hangat dan sepiring kurma. Rizky, Farhan, dan si bungsu Laila langsung duduk melingkar. “Siap ya, malam ini kita tadarus bareng ” kata Ayah sambil tersenyum. Farhan langsung menjawab “Wah, lengkap banget kayak di masjid”. Ibu tertawa kecil “Biar rumah kita juga berasa kayak masjid dong han.” Rizky yang paling besar menatap Ayah “Ayah, tadi ustadz bilang ini malam Nuzulul Qur’an. Emang kenapa sih spesial banget?”

Ayah membuka Al-Qur’an pelan. “Karena di bulan Ramadhan inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi kita, Muhammad.” Laila langsung mendekat. “Turunnya di mana, Yah?”. “Di sebuah tempat namanya Gua Hira, dekat Kota Makkah,” jawab Ayah. Farhan mengangguk-angguk. “Oh yang di bukit itu ya? yang Nabi Muhammad sering menyendiri?”

“Iya,” kata Ibu. “Nabi sedih melihat sebagian besar masyarakat waktu itu menyembah berhala. Dengan adanya situasi tersebut beliau sering menyendiri sekadar untuk berdoa.” Ayah melanjutkan, “Lalu datanglah Malaikat Jibril dan berkata, Iqra’!”. “Iqra’ artinya baca kan?” Tanya Laila dengan rasa ingin tahu yang besar. “Betul, Ayah tersenyum.” Itu ialah ayat pertama dari Surah Al-Alaq. Artinya, “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.” Rizky berpikir sejenak, “berarti perintah pertama dari Allah itu belajar ya?”. “Iya, maka dari itu Ramadan bukan cuma soal puasa, tapi juga soal dekat sama Al-Qur’an.” Jawab ayah.

Farhan langsung mengangkat tangan sembari bercanda. “Baik, Pak. Siap belajar.” Semua tertawa “Baiklah, sekarang kita bukan cuma cerita, tapi langsung praktik. Tadarus dimulai, “kata ibu.”

Mereka pun mulai membaca bergantian. Rizky terlebih dahulu, suaranya cukup lantang. Lalu Farhan, walaupun sempat salah tajwid sedikit, tetapi langsung dibenarkan Ayah dengan sabar. Laila membaca pelan-pelan, tapi penuh semangat. Suasana rumah jadi tenang dan pastinya penuh dengan berkah, tidak ada suara televisi tidak ada juga memperebutkan remote, hanya ada suara bacaan Al-Qur’an yang bergema lembut. Setelah beberapa ayat, Ayah berhenti sebentar dan berkata “Tahu nggak, di Surah Al-Baqarah ayat 185 disebutkan bahwa Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.” Rizky mengangguk lalu berkata “Berarti tiap Ramadhan kita kayak lagi diingetin buat balik ke Al-Qur’an ya”. “Iya, dan nggak harus nunggu besar atau jadi ustaz dulu buat rajin baca.” jawab ibu.

Farhan menatap mushafnya. “Berarti malam ini kita lagi mengenang sejarah sambil ngelanjutin perjuangan itu ya?”. Ayah tersenyum bangga dan berkata “Betul, dulu wahyu pertama turun di Gua Hira, sekarang cahaya itu bisa turun di rumah kita lewat bacaan kita”. Laila memeluk mushaf kecilnya. “Aku mau besok lanjut lagi ya, Yah”. Ayah menjawab “In Sha Allah”.

Nama penulis: Aulia Quensa Akta Funnisa

Kelas: 8F

Share: