Eksplorasi Kearifan Lokal untuk Masa Depan
ODL (Outdoor Learning) atau yang umum dikenal sebagai outing class merupakan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di luar lingkungan kelas. Kegiatan ini menjadi bagian dari program kokurikuler sekolah dengan menerapkan metode pembelajaran yang fleksibel. Meskipun tidak berlangsung di ruang kelas secara konvensional, Outdoor Learning tetap mampu memfasilitasi penguatan karakter peserta didik, memberikan pengalaman belajar nyata, serta memperdalam pemahaman terhadap materi pembelajaran.
Kegiatan ODL kelas VII SMP Negeri 1 Gedangan mengusung tema “Penguatan Karakter dan Eksplorasi Kearifan Lokal untuk Masa Depan”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin–Selasa, tanggal 19–20 Januari 2026, bertempat di Pacet Mini Park (PMM) dan Museum MPU Tantular, Sidoarjo. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 300 siswa kelas VII A–I dengan didampingi oleh Bapak dan Ibu guru.
Kegiatan diawali dengan acara pembukaan dan pelepasan peserta di sekolah yang dipimpin oleh Bapak Aris Setiawan di lapangan tengah sekolah. Acara tersebut disaksikan oleh para pendamping, komite sekolah, serta sejumlah orang tua siswa. Selanjutnya, peserta diberangkatkan menuju Pacet Mini Park menggunakan bus.Setibanya di lokasi, siswa dibagi ke dalam kamar sesuai dengan jenis kelamin. Setelah pembagian kamar, seluruh siswa diarahkan menuju lapangan bawah untuk mengikuti upacara pembukaan kegiatan.
Pada sesi berikutnya, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh para pelatih. Kegiatan tersebut meliputi pelatihan pembuatan selai mulberry, bakso, dan keripik tempe. Sementara itu, kelompok lainnya mengikuti kegiatan educational games seperti flying fox, joget gembira, permainan bola, dan aktivitas kelompok lainnya.
Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh berbagai manfaat, antara lain peningkatan keterampilan berwirausaha, kemampuan berbicara di depan umum melalui kegiatan presentasi, serta penumbuhan jiwa kewirausahaan. Peserta dibekali pengetahuan mengenai perhitungan laba dan rugi, strategi pemasaran, desain produk, hingga teknik pengemasan produk. Selain itu, kegiatan permainan juga memberikan manfaat dalam melatih kekompakan, kesabaran, kemampuan berpikir kritis dan cepat, ketangkasan, serta ketahanan dalam menghadapi tantangan dan tekanan. Seluruh kegiatan tersebut berkontribusi dalam pembentukan nilai-nilai karakter positif pada diri siswa. Di sela-sela kegiatan, siswa juga senantiasa diajak untuk melaksanakan salat berjamaah.
Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pembekalan psikologi yang disampaikan oleh seorang narasumber, Bapak Bambang. Dalam sesi ini, beliau menyampaikan materi melalui permainan sederhana berupa melempar botol disertai ekspresi dan tepukan bagi peserta. Menariknya, seluruh unsur diminta untuk berpartisipasi, mulai dari guru tertua hingga termuda, siswa laki-laki dan perempuan, siswa dari berbagai suku, serta latar belakang agama yang berbeda. Melalui kegiatan tersebut, narasumber menyampaikan pesan penting tentang nilai saling menghargai tanpa membedakan usia, jenis kelamin, profesi, suku, ras, maupun agama.
Kegiatan malam dilanjutkan dengan acara api unggun dan pentas seni. Setiap kelas diberikan kesempatan untuk menampilkan kreasi masing-masing, seperti tari kelompok, paduan suara kelas, maupun drama musikal. Para siswa menunjukkan bakat dan kreativitas yang luar biasa melalui penampilan tersebut. Setelah seluruh rangkaian acara selesai, peserta diarahkan untuk beristirahat karena pada keesokan harinya mereka harus bangun pukul 04.00 WIB untuk persiapan salat Subuh berjamaah. Pada hari Selasa, 20 Januari 2026, seluruh peserta telah bersiap di lokasi ibadah sebelum pukul 04.30 WIB, dan salat Subuh berjamaah dilaksanakan dengan tertib.
Kegiatan dilanjutkan dengan senam pagi dan sarapan bersama pada pukul 06.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan waktu bebas yang dimanfaatkan siswa untuk berenang dan berbelanja di kantin. Pada pukul 09.00 WIB, seluruh peserta kembali berkumpul di lapangan bawah untuk mengikuti pengumuman hasil lomba. Juara praktik pembuatan selai diraih oleh kelas VII I, juara praktik pembuatan bakso oleh kelas VII F, dan juara praktik pembuatan keripik tempe oleh kelas VII E. Sementara itu, kategori penampilan terbaik diraih oleh kelas VII A, dan kelompok terkompak diraih oleh kelas VII E. Seluruh pemenang memperoleh penghargaan berupa piagam yang dapat dipajang di kelas masing-masing. Setelah pembagian piagam, kegiatan ditutup dengan upacara penutupan, di mana siswa bersalaman dengan Bapak/Ibu guru serta para pelatih sebagai bentuk permohonan maaf dan ungkapan terima kasih atas pengalaman berharga selama dua hari kegiatan.
Rangkaian kegiatan belum berakhir, karena peserta melanjutkan perjalanan ke Museum MPU Tantular. Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 12.30 WIB dan langsung melaksanakan salat Zuhur berjamaah secara bergantian dalam dua sesi. Setelah itu, siswa diberi kesempatan untuk mengeksplorasi museum selama kurang lebih satu jam. Secara berkelompok, siswa mendokumentasikan kunjungan melalui foto dan video di berbagai ruang, seperti ruang koleksi benda purbakala, miniatur rumah adat, busana adat, galeri seni dan budaya daerah, ruang ilmu pengetahuan dan teknologi, hingga ruang baca tunanetra (Braille).
Sekitar pukul 14.00 WIB, seluruh peserta kembali ke bus untuk melanjutkan perjalanan pulang ke sekolah. Setibanya di sekolah, para orang tua telah menunggu dengan penuh rasa rindu dan lega karena putra-putri mereka kembali dengan selamat. Meskipun terlihat lelah, senyum kebahagiaan tetap terpancar dari wajah para siswa. Kegiatan ini menjadi wujud pembelajaran bermakna yang mengintegrasikan unsur edukasi, rekreasi, dan penguatan karakter, sehingga memberikan manfaat optimal bagi siswa maupun seluruh pendamping.
@Cahaya_Mata
