SATSET, SEMBARI, dan AKSARA, Raih Apresiasi Inovasi Sidoarjo 2026
Sidoarjo, 15 Oktober 2026 , SMP Negeri 1 Gedangan kembali mendapatkan penghargaan melalui Apresiasi Kontributor Inovasi Sidoarjo Tahun 2026. Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan yang berlangsung di Pendapa Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo. Capaian ini menjadi bentuk pengakuan atas komitmen SMPN 1 Gedangan dalam mengembangkan inovasi pendidikan yang kreatif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn.; Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) selaku ketua penyelenggara, Mohammad Ainur Rahman, A.P., M.Si.; perwakilan anggota DPRD; jajaran perangkat daerah; direktur rumah sakit umum daerah (RSUD); kepala UPT puskesmas; kepala sekolah SD dan SMP; serta perwakilan berbagai instansi di Kabupaten Sidoarjo.
Apresiasi Kontributor Inovasi Sidoarjo Tahun 2026 merupakan bentuk penghargaan pemerintah daerah terhadap upaya pengembangan inovasi di berbagai instansi, baik berbasis digital maupun nondigital. Inovasi tersebut mencakup bidang tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, serta berbagai bidang lainnya yang mendukung peningkatan kualitas kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
Penyelenggaraan kegiatan ini mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Sidoarjo Nomor 36 Tahun 2017 dan Peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 32 Tahun 2023 tentang penyelenggaraan inovasi daerah. Kebijakan tersebut menjadi landasan penguatan budaya inovasi, termasuk gerakan satu perangkat daerah satu inovasi.
Dalam pelaksanaannya, pengembangan inovasi tidak hanya berorientasi pada penciptaan gagasan baru, tetapi juga mencakup pendokumentasian, pengukuran, evaluasi, dan peningkatan kualitas inovasi secara berkelanjutan. Melalui kegiatan apresiasi ini, pemerintah daerah mendorong partisipasi berbagai instansi, memperkuat kualitas pelaporan inovasi, serta memastikan keberlanjutan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Pada tahun 2026, tercatat sebanyak 382 inovasi, dengan 368 inovasi dilaporkan. Inovasi tersebut terdiri atas 302 inovasi nondigital dan 80 inovasi digital. Berdasarkan bidangnya, inovasi yang dilaporkan meliputi 175 inovasi pelayanan publik, 12 inovasi tata kelola pemerintahan, dan 195 inovasi lainnya.
Instansi terpilih memperoleh piagam penghargaan, sertifikat, serta sertifikat hak cipta sesuai dengan kategori dan ketentuan yang berlaku. Penghargaan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen perangkat daerah dan instansi terkait untuk mendokumentasikan inovasi secara sistematis, mengevaluasi pelaksanaannya, serta mengembangkan program yang semakin berkualitas dan berkelanjutan.
Dalam ajang tersebut, SMPN 1 Gedangan memperoleh satu piagam penghargaan, tiga sertifikat, dan tiga sertifikat hak kekayaan intelektual (HKI) atas tiga karya inovasi yang dikembangkan oleh tim sekolah. Ketiga inovasi tersebut adalah SATSET (Sadar Telat, Setel Ulang Kebiasaan), Sembari Podcast, dan AKSARA (Akrab Lokal, Santun, Nasional, Raih Global).
SATSET merupakan inovasi yang berfokus pada pembentukan karakter disiplin melalui kesadaran diri dan perubahan kebiasaan. Program ini diketuai oleh Putri Eka Sari, dengan anggota Meliana Suparmi, S.Pd.; Iwan Arisanto, S.Pd.; dan Mochammad Fatchur Rohman, S.Pd.
Inovasi ini tidak sekadar menekankan perubahan perilaku, tetapi juga mengajak peserta didik memahami makna disiplin sebagai bagian dari pembentukan karakter. Keterlambatan tidak hanya dipandang sebagai pelanggaran, melainkan juga sebagai momentum untuk melakukan refleksi, memperbaiki kebiasaan, dan membangun tanggung jawab.
Putri Eka Sari menyampaikan bahwa penghargaan yang diraih merupakan hasil kerja bersama seluruh tim. “Pengakuan ini bukan hanya milik saya pribadi, melainkan buah dari kolaborasi dan komitmen bersama dalam mewujudkan sekolah yang humanis dan berpihak pada murid. Terima kasih untuk setiap proses dan dukungan yang ada,” ungkap Putri.
Beliau juga menegaskan semangat utama program tersebut melalui ungkapan, “Dari terlambat menjadi tepat, dari kesalahan menjadi pembelajaran.”
Melalui SATSET, SMPN 1 Gedangan berupaya menumbuhkan budaya disiplin yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga pada pembentukan kesadaran dan tanggung jawab peserta didik.
Inovasi kedua adalah Sembari Podcast, sebuah inovasi digital sekolah yang mengusung jargon Semangat Berbagi, Menebar Inspirasi. Program ini menghadirkan konten podcast yang menarik, edukatif, dan inovatif sebagai sarana komunikasi, publikasi, serta pengembangan keterampilan digital peserta didik.
Tim Sembari Podcast diketuai oleh Indah Khurotul Ainia, S.Pd., dengan anggota Mochammad Fatchur Rohman, S.Pd.; Fitri Nur Laili, M.Pd.; dan Eddy Mulyono, S.Kom.
Melalui pemanfaatan media digital, program ini memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berkomunikasi, keberanian menyampaikan gagasan, serta keterampilan dalam memproduksi konten digital. Dengan demikian, podcast tidak hanya menjadi media penyebaran informasi, tetapi juga wahana pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi.
Indah Khurotul Ainia, S.Pd., selaku ketua tim, menjelaskan bahwa pengembangan keterampilan digital menjadi salah satu sasaran utama program tersebut.
“Tujuan utama kami adalah mengembangkan kemampuan anak dalam digital skills,” ungkap Indah.
Kehadiran Sembari Podcast diharapkan dapat memperkuat budaya literasi digital di lingkungan sekolah sekaligus mendorong peserta didik menjadi pengguna teknologi yang kreatif, produktif, dan bertanggung jawab.
AKSARA, akronim dari Program ini diketuai oleh Indah Khurotul Ainia, S.Pd., dengan anggota Nuraini, S.Pd., M.Pd., dan Sulistianawati, M.Pd.
AKSARA dikembangkan sebagai upaya membangun budaya berbahasa yang baik dan sesuai konteks di lingkungan sekolah. Program ini mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia yang baku dalam situasi formal, menjaga eksistensi bahasa Jawa sebagai bagian dari warisan budaya lokal, serta memperkuat kemampuan peserta didik dalam menguasai bahasa asing.
Penerapan program tersebut dikemas melalui pembiasaan berbahasa berdasarkan hari. Peserta didik dan warga sekolah diajak menggunakan bahasa Indonesia baku pada hari Kamis, bahasa Jawa pada hari Jumat, dan bahasa Inggris pada hari Sabtu.
“Kamis berbahasa Indonesia baku, Jumat ngendikan bahasa Jawa, dan Saturday talk in English,” terang Indah.
Melalui AKSARA, sekolah berupaya membangun keseimbangan antara penguatan identitas nasional, pelestarian kearifan lokal, dan pengembangan kompetensi global. Pembiasaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan berbahasa peserta didik sekaligus menumbuhkan sikap santun, percaya diri, dan terbuka terhadap keberagaman budaya.
Kepala SMPN 1 Gedangan, Dr. Aris Setiawan, S.Pd., M.Pd., menyambut gembira capaian tersebut. Beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim pengembang inovasi yang telah menunjukkan komitmen, kreativitas, dan kolaborasi dalam mengembangkan program-program sekolah.
Menurut Aris, inovasi tidak selalu harus dimulai dari gagasan besar atau teknologi yang rumit. Sebaliknya, inovasi dapat tumbuh dari kepekaan terhadap berbagai fenomena sederhana yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
“Inovasi dibangun dari kreativitas. Kreativitas diinisiasi oleh ide-ide cerdas. Sementara itu, ide cerdas muncul karena rasa penasaran atau keingintahuan, bahkan dapat berawal dari mimpi. Oleh karena itu, untuk menjadi inovatif, kita tidak perlu menerawang jauh sampai ke negara tetangga. Amati fenomena yang dekat dengan kita, di sekitar kita,” tutur Pak Aris.
Lebih lanjut, belaiu menjelaskan bahwa pengamatan terhadap lingkungan merupakan langkah awal untuk menemukan peluang perbaikan dan menghasilkan gagasan yang bermanfaat.
“Hasil observasi akan memunculkan keingintahuan kita, rasa penasaran kita, ide cerdas, mimpi kita, dan ide kreatif kita sampai akhirnya menemukan inovasi yang layak dan bermanfaat bagi kehidupan,” terang Pak Aris.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa budaya inovasi dapat dibangun melalui proses yang berkesinambungan, mulai dari observasi, identifikasi permasalahan, pengembangan gagasan, hingga penerapan dan evaluasi. Dalam konteks pendidikan, proses tersebut menjadi peluang bagi sekolah untuk menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan lingkungan belajar.
Perolehan Apresiasi Kontributor Inovasi Sidoarjo Tahun 2026 menjadi motivasi bagi SMPN 1 Gedangan untuk terus mengembangkan inovasi yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan. SATSET, Sembari Podcast, dan AKSARA menunjukkan bahwa inovasi sekolah dapat hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari pembentukan karakter, pemanfaatan teknologi digital, hingga penguatan literasi bahasa dan pelestarian budaya lokal.
Ketiga program tersebut juga mencerminkan pentingnya kolaborasi antarwarga sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang humanis, kreatif, adaptif, dan berpihak pada murid.
Bagi SMPN 1 Gedangan, penghargaan ini bukanlah titik akhir, melainkan dorongan untuk terus belajar, mengevaluasi, dan menyempurnakan program yang telah dikembangkan. Dengan mengoptimalkan potensi lokal serta memanfaatkan perkembangan teknologi, sekolah diharapkan mampu melahirkan inovasi yang tidak hanya terdokumentasi dengan baik, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi dunia pendidikan.
