Kinanti Ayu Larasati Atlet Muda Smpn 1 Gedangan Raih Medali Emas Kejuaraan Nasional Perbakin Anniversary 2026

Kinanti Ayu Larasati; Atlet Muda SMPN 1 Gedangan Raih Medali Emas Kejuaraan Nasional Perbakin Anniversary 2026

Kinanti Ayu Larasati; Atlet Muda SMPN 1 Gedangan Raih Medali Emas Kejuaraan Nasional Perbakin Anniversary 2026

Gedangan, 14 September  Prestasi membanggakan kembali diukir oleh dunia olahraga menembak pelajar Indonesia. Kinanti Ayu Budi Larasati, atlet tembak muda berprestasi yang juga merupakan peserta didik SMPN 1 Gedangan kelas 9F, berjasa dalam mengharumkan nama sekolah dan daerahnya setelah keluar sebagai juara pertama dalam ajang bergengsi Perbakin Anniversary 2026. Kejuaraan tingkat nasional yang masuk dalam kalender resmi tahunan ini diselenggarakan pada 23 Agustus 2026 di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta.

Event elit tersebut diikuti oleh kontingen dan petembak terbaik dari berbagai Pengurus Provinsi (Pengprov) di Tanah Air, mulai dari Jawa Tengah, DKI Jakarta, Bali, Kalimantan, Sulawesi, hingga partisipan mancanegara asal Malaysia dan Singapura. Turun di nomor pertandingan yang ketat, Kinanti menunjukkan performa impresif dengan membukukan skor akhir 547. Perolehan poin tersebut mengantarkannya ke podium tertinggi, mengungguli pesaing tangguh dari Bali di posisi kedua serta wakil Sulawesi di peringkat ketiga.

Di balik ketenangannya di garis tembak (firing line), remaja berzodiak Taurus ini melalui persiapan yang intensif. Selama sepekan di Jakarta, ia didampingi oleh keluarga tercinta yang terdiri atas nenek, paman, dan bibi. Dukungan moril yang konsisten dari keluarga menjadi pelecut semangatnya untuk terus disiplin menjalani sesi latihan dan menetapkan target terukur pada setiap latihan menembak (training session). Selain porsi latihan reguler, ia juga mendedikasikan waktu di luar jadwal resmi untuk terus mengasah akurasi dan teknik dasarnya demi hasil yang optimal.

Kunci keberhasilan Kinanti tidak lepas dari peran jajaran pelatih di Markas Kodam V Brawijaya. Ia mengungkapkan bahwa menghadapi lawan dengan tingkat kemahiran (skill level) yang jauh lebih tinggi sempat menjadi tantangan mental tersendiri. Namun, instruksi dari para pelatih, Pak Ratno, Pak Maolan, dan Pak Drajat untuk senantiasa menjaga kepercayaan diri menjadi pegangan kuat di arena perlombaan. Ketiga pelatih tersebut dikenal senantiasa mengevaluasi performa teknis, meningkatkan kemampuan individu atlet, serta memfasilitasi kebutuhan pembinaan. Sistem pembinaan yang fleksibel namun terarah inilah yang menjadi fondasi kesuksesan para atlet didikan mereka.

Gadis yang memiliki kegemaran membaca ini tampil sebagai figur inspiratif dalam kejuaraan nasional tersebut. Di tengah persaingan yang ketat, ia memegang prinsip untuk tetap fokus pada kemampuan diri sendiri (self-reliance), beradaptasi dengan dinamika perlombaan, serta menghindari ambisi berlebihan di luar batas kapasitas teknisnya. Kesederhanaan sikap yang berpadu dengan konsistensi tinggi justru mengantarkannya menjadi sang juara sejati.

“Menjadi seseorang yang sukses, stay true to yourself, embrace the journey,” curhat  Kinanti merefleksikan motto hidup yang senantiasa memacu semangatnya untuk berprestasi di kancah nasional.

Dukungan serupa juga diberikan terhadap  prestasi Kinanti yang mengalir dari pihak institusi pendidikan tempatnya menimba ilmu. Khusunya dari  Kepala SMPN 1 Gedangan, Bapak Dr. Aris Setiawan, S.Pd., M.Pd., beliau memberikan perhatian khusus berupa kebijakan dispensasi akademik guna mendukung proses latihan dan keikutsertaan para atlet pelajar dalam berbagai kejuaraan.

“Silahkan terus kejar potensi melalui kompetisi sebanyak-banyaknya, karena masa depan kamu tidak hanya ditentukan oleh butiran nilai, tapi juga berdasarkan karakter dan prestasi yang kalian perjuangkan sedini mungkin,” tutur Bapak Aris dengan penuh semangat dan simpati. 

Senada dengan pimpinan sekolah, wali kelas Kinanti, Ibu Fiqih Nur Laili, M.Pd., turut memberikan dorongan mental positif bagi para peserta didik di lingkungan kelas. Sebagai pendidik muda yang inovatif, ia senantiasa menjadi figur teladan bagi siswanya.

“Teruslah bersemangat mengikuti kegiatan apa pun, selama itu positif, kembangkan dan asah bakatmu!” pesan tulis Ibu Fiqih dalam memotivasi peserta didik.

Kekuatan terbesar seorang atlet bersumber dari ketulusan niat dan keteguhan tekad. Dengan niat yang lurus dan fokus yang terjaga, seorang atlet akan dituntun menuju sasaran prestasi yang dicita-citakan. Teruslah berproses dan pantang menyerah, sebab konsistensi usaha pada akhirnya akan membuahkan hasil yang gemilang di atas papan skor kehidupan.

Share: