Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 H
CAHAYA DI HARI MAULID
Pagi itu, suasana sekolah terasa lebih ramai dari biasanya. Halaman sekolah dihiasi dengan berbagai ornamen islami untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Para siswa berkumpul dengan pakaian yang rapi dan mengikuti acara dengan tertib. Beberapa guru juga terlihat sibuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan baik. Suasana sekolah terasa lebih khidmat dan penuh semangat.
Aku awalnya mengira kegiatan hari itu hanya akan menjadi acara sekolah seperti biasanya. Namun, setelah acara dimulai, pikiranku perlahan berubah. Aku mulai merasa bahwa peringatan Maulid Nabi memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar kegiatan tahunan di sekolah.
Pembacaan shalawat terdengar memenuhi halaman sekolah. Setelah itu, seorang ustadz menyampaikan kisah tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW. Beliau menceritakan bagaimana Rasulullah selalu bersikap sabar, jujur, rendah hati, dan menyayangi orang-orang di sekitarnya. Kisah tersebut membuatku kembali mengingat berbagai nasihat tentang pentingnya memiliki akhlak yang baik.
Aku mulai memperhatikan sekeliling. Beberapa teman terlihat membantu guru membawa perlengkapan acara. Ada juga yang membagikan makanan kepada siswa lain. Hal-hal sederhana itu membuatku teringat pada ajaran Rasulullah tentang pentingnya saling membantu dan berbuat baik. Aku menyadari bahwa kebaikan tidak harus selalu dilakukan melalui sesuatu yang besar. Perbuatan kecil pun dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
Saat acara selesai, aku ikut membantu membersihkan halaman sekolah. Aku menyadari bahwa memperingati Maulid Nabi bukan hanya tentang mendengarkan ceramah atau membaca shalawat, tetapi juga tentang menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan membantu orang lain, menjaga perkataan, dan menghargai sesama, kita dapat menunjukkan rasa cinta kepada Rasulullah.
Sejak saat itu, setiap kali mengingat Maulid Nabi Muhammad SAW, aku tidak hanya mengingat sebuah perayaan, tetapi juga mengingat kebaikan yang harus terus dilakukan.
Kiara Adelia Putri Ragil (8I)
