Sosialisasi Penanggulangan Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme: Membangun Remaja Cerdas Bermedia Sosial
Gedangan, SMPN 1 Gedangan, Desa Punggul, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Penanggulangan Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme pada Kamis, 20 Agustus 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut berlangsung di Aula SMPN 1 Gedangan dengan mengusung tema “Remaja Cerdas Bermedia Sosial.”
Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah unsur, antara lain Kapolsek Gedangan, Kanit Binmas Polsek Gedangan, Kanit Samapta Polsek Gedangan, Kanit Intelkam Polsek Gedangan, Kepala SMPN 1 Gedangan, para guru SMPN 1 Gedangan, 50 siswa SMPN 1 Gedangan, serta Humas Polsek Gedangan.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Kapolsek Gedangan dan Kanit Binmas Polsek Gedangan. Materi mencakup pengenalan mengenai intoleransi, radikalisme, dan terorisme, serta langkah-langkah pencegahan terhadap paparan paham dan perilaku ekstrem, khususnya di lingkungan digital.
Kapolsek Gedangan, Kompol Anak Agung Gede Putra Wisnawa, S.H., M.AP., mengajak para siswa untuk menjadi remaja yang cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai konten digital yang berpotensi mengarah pada radikalisasi dan kekerasan.
“Jadilah remaja cerdas dan anti-radikalisasi kekerasan digital. Gunakan internet secara aman dengan tidak mudah percaya pada tautan, unggahan, dan komentar yang diterima. Pilih lingkungan pertemanan yang positif dan tidak saling menjelekkan. Hentikan dan blokir situs yang mencurigakan atau berisi ajakan ke hal negatif. Jadilah diri sendiri dan jangan mudah dikendalikan oleh ajaran ekstrem,” pesan Kompol Anak Agung.
Dalam pemaparan selanjutnya, disampaikan pula sejumlah langkah pencegahan radikalisme dan kekerasan ekstrem pada anak. Upaya tersebut antara lain dapat dilakukan melalui edukasi kepada orang tua dan guru, penguatan regulasi untuk mencegah eksploitasi dan kekerasan digital, serta peningkatan tanggung jawab platform digital dalam mendeteksi dan menghapus konten ilegal.
Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai potensi anak menjadi sasaran berbagai bentuk pengaruh negatif melalui permainan daring yang mengandung unsur kekerasan maupun media sosial. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan dan pendampingan yang memadai, terutama karena anak dan remaja berada dalam fase pencarian jati diri.
Selain itu, siswa diingatkan mengenai dampak bullying yang dapat memengaruhi kondisi fisik maupun psikologis. Penggunaan media sosial secara aman dan bijak menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan dan keamanan diri di ruang digital.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diberikan sejumlah panduan praktis dalam menggunakan media sosial. Mereka diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap konten provokatif, memeriksa sumber informasi sebelum mengakses atau menyebarkannya, serta menjauhi grup yang mencurigakan. Siswa juga diarahkan untuk keluar dari grup yang berisi ujaran kebencian, penghinaan, atau konten yang merendahkan pihak tertentu.
Apabila menghadapi masalah atau mengalami kondisi emosional yang kurang baik, siswa dianjurkan untuk bercerita kepada teman yang dipercaya, orang tua, maupun guru. Dari sisi keamanan digital, siswa juga diingatkan untuk mengamankan akun media sosial, mengatur privasi, serta membatasi komunikasi langsung dengan orang asing atau pihak yang tidak dikenal.
Para siswa juga didorong untuk mengisi waktu dengan berbagai kegiatan positif, seperti berolahraga, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, serta menghasilkan karya yang bermanfaat. Mereka juga diberikan pemahaman bahwa keberanian untuk melaporkan konten yang mengandung unsur ekstrem merupakan bentuk sikap positif dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial.
Kepala SMPN 1 Gedangan, Dr. Aris Setiawan, S.Pd., M.Pd., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap seluruh siswa dapat mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir dengan tertib serta memahami dan menerapkan materi yang telah disampaikan.
“Saya sangat berterima kasih kepada pihak Polsek Gedangan yang telah berkenan memberikan materi dan pendampingan terkait penanggulangan intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Kegiatan ini tentu memberikan manfaat yang besar bagi siswa,” ujar Aris.
Kegiatan sosialisasi juga berlangsung secara interaktif. Sejumlah siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, tanggapan, serta kesimpulan pada sesi penutupan. Antusiasme tersebut menunjukkan adanya keterlibatan aktif siswa dalam memahami isu intoleransi, radikalisme, terorisme, serta keamanan dalam penggunaan media sosial.
Kegiatan yang digagas oleh Tim Humas dan Kesiswaan SMPN 1 Gedangan tersebut menjadi salah satu langkah konkret dalam membangun kesadaran siswa terhadap pentingnya penggunaan media sosial secara aman, bijak, dan bertanggung jawab. Selain itu, kegiatan ini mencerminkan sinergi antara pihak sekolah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Gedangan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, kondusif, dan mendukung perkembangan siswa secara positif.
