Pondok Ramadan Kelas IX SPENSAGED Perluas Area Pembagian Takjil, Tebar Kepedulian hingga Permukiman Warga
Gedangan, suasana sore di Perumahan Puri Surya Jaya tepatnya sebelah selatan Taman Jajan tampak berbeda pada Selasa (3/5/2026). Sejumlah panitia (Guru, siswa kelas IX, OSIS, REMAS) SMPN 1 Gedangan yang tergabung dalam Tim Takjil dengan penuh semangat membagikan paket berbuka puasa kepada para pengguna jalan dan warga sekitar jalan Taman Jajan di Puri Surya Jaya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pondok Ramadan (PONRAM) 2026 yang menghadirkan pembaruan signifikan. Jika pada tahun-tahun sebelumnya pembagian takjil hanya difokuskan di sekitar lingkungan sekolah, tahun ini area distribusi diperluas hingga kawasan permukiman. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat silaturahmi dengan masyarakat yang lebih luas.
Kegiatan Pondok Ramadan sendiri resmi dibuka pada Senin pagi (2/3/2026) oleh Kepala SMPN 1 Gedangan, Aris Setiawan, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan makna puasa yang lebih mendalam dari sekadar menahan lapar dan dahaga. “Puasa itu sebenarnya bukan hanya sebatas menahan lapar, menahan haus, atau menahan hawa nafsu. Lebih dari itu, puasa adalah proses meniadakan ego dalam diri kita masing-masing,” tutur Aris Setiawan dengan tegas, membangun suasana reflektif dan penuh keikhlasan bagi para siswa yang mengikuti kegiatan selama dua hari, 2–3 Maret 2026.
Sementara itu, Ketua Panitia PONRAM, Bapak Ardiyaksa, menjelaskan bahwa tahun ini kegiatan mengusung tema “Cinta Ibadah Tumbuh, Karya Digital Menginspirasi, Menjadi Versi Terbaik Diri.” Tema tersebut dipilih sebagai respons atas perkembangan teknologi yang semakin pesat. “Tahun ini kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda. Melihat kemajuan teknologi yang begitu canggih, kami berupaya memadukannya untuk menyebarkan hal-hal positif,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Beliau menambahkan bahwa tema tersebut diwujudkan melalui tugas refleksi berbasis digital. Setiap siswa mendapatkan tugas individu untuk membuat video refleksi kegiatan pada hari pertama dan kedua. Video tersebut diunggah ke media sosial masing-masing serta dikumpulkan melalui tautan Google Drive yang telah disediakan panitia.“Melalui video ini, kami berharap pesan-pesan kebaikan tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga bisa dilihat banyak orang dan menginspirasi,” jelasnya.
Dari sisi materi, panitia juga melakukan penyederhanaan. Jika sebelumnya materi disajikan dalam jumlah banyak, tahun ini hanya difokuskan pada dua pokok bahasan mendasar yang dinilai relevan dengan keseharian siswa, yakni tata cara salat, termasuk kondisi masbuk, serta tata cara wudu yang benar. Panitia menilai masih banyak siswa yang belum memahami praktik ibadah secara tepat. “Masih ada yang belum memahami posisi ketika menjadi masbuk atau tata cara wudu yang benar. Momentum Ramadan ini kami manfaatkan untuk menguatkan dua dasar penting tersebut agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” terang Bapak Ardy lebih lanjut.
Pembaharuan lain yang menonjol adalah keterlibatan narasumber dari Kantor Urusan Agama (KUA). Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan materi tentang “Cinta Puasa” yang membahas syarat, rukun, serta nilai-nilai spiritual yang menumbuhkan kecintaan terhadap ibadah puasa. Tidak hanya memberikan materi, tim KUA juga turut dilibatkan dalam pelaksanaan salat tarawih sebagai imam, sehingga nuansa kebersamaan dan kekhusyukan semakin terasa.
Pondok Ramadan 2026 di SPENSAGED menjadi bukti bahwa tradisi dapat terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan esensinya. Melalui perluasan aksi sosial, penguatan ibadah, serta sentuhan karya digital, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.
“Marhaban ya Ramadan, marhaban syahru shiyam. Semoga semangat berbagi dan memperbaiki diri senantiasa tumbuh dalam setiap langkah civitas SPENSAGED.”
@Cahaya-Mata
