Hari Literasi Internasional
Buku yang Mengubah Dunia
Pagi itu, suasana sekolah terasa berbeda. Di halaman sekolah terpampang sebuah tulisan besar: “Selamat Hari Literasi Sedunia!” Keyla berjalan melewati tulisan itu sambil membawa tasnya. Ia sebenarnya tidak terlalu suka membaca. Menurutnya, membaca buku adalah kegiatan yang membosankan dan memakan waktu. “Key, kamu ikut kegiatan literasi di perpustakaan, kan?” tanya Vivi, sahabatnya.
“Ah, malas. Aku lebih suka main HP,” jawab Keyla.
Namun, Vivi tetap mengajaknya. Akhirnya, Keyla ikut ke perpustakaan. Di sana, guru meminta setiap siswa memilih satu buku untuk dibaca.
Keyla mengambil sebuah buku berjudul “Mimpi dan Perjuangan”. Awalnya ia membaca dengan terpaksa. Tetapi semakin lama, ia mulai tertarik dengan kisah di dalamnya. Buku itu menceritakan seseorang yang memiliki banyak keterbatasan, tetapi tidak pernah menyerah untuk meraih cita-citanya.
Keyla terdiam setelah selesai membaca.
“Vivi, ternyata membaca tidak membosankan juga, ya,” katanya.
Vivi tersenyum. “Nah, sekarang kamu tahu. Buku bisa membawa kita ke banyak tempat tanpa harus pergi ke mana-mana.”
Sejak hari itu, Keyla mulai rajin membaca. Ia menyadari bahwa literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi juga tentang belajar memahami dunia, berpikir kritis, dan mendapatkan pengetahuan baru.
Pada peringatan Hari Literasi Sedunia, Keyla berdiri di depan teman-temannya.
“Dulu aku menganggap membaca itu membosankan. Sekarang aku sadar, satu buku bisa mengubah cara kita melihat dunia. Jadi, mari kita mulai membaca, meskipun hanya beberapa halaman setiap hari.”
Teman-temannya bertepuk tangan.
Keyla tersenyum. Ia akhirnya mengerti bahwa literasi adalah jendela menuju masa depan. Dari sebuah buku kecil, sebuah mimpi besar bisa dimulai.
Oktaviana Nur Ishanty (9I)
