Liburan
LIBURAN YANG TAK TERLUPAKAN
Tengah malam yang begitu dingin dan gelap, Eira dan keluarganya berangkat menuju sebuah Pantai untuk menikmati liburan semester bersama. Mereka sengaja berangkat dari malam hari agar dapat melihat indahnya matahari terbit di pantai. Perjalanan yang begitu panjang terasa menyenangkan karena mereka saling bercerita dan mendengarkan musik. Sesekali Eira melihat keluar jendela mobil, memperhatikan lampu-lampu jalan yang tampak berkelap-kelip di tengah gelapnya malam. Setelah menempuh perjalanan beberapa jam akhirnya Eira dan keluarga sampai di pantai tujuan mereka.
Angin laut berhembus pelan dalam kegelapan yang perlahan berubah menjadi semburat biru keabu-abuan. Suara ombak terdengar lebih jelas di pagi buta, menghantam bibir pantai dengan ritme yang menenangkan. Eira dan adiknya yang bernama Vera segera berlari menuju pasir yang masih terasa dingin di kaki. Mereka bermain pasir, mencari kerang, dan sesekali berlari kecil menghindari ombak yang datang. Sementara itu, ayah dan ibu duduk di dekat tikar yang sudah mereka siapkan, menunggu cahaya pertama muncul di ufuk timur.
Saat langit mulai berubah warna menjadi oranye keemasan, ayah mengajak mereka berfoto bersama. Mereka berkumpul di tepi pantai dan bergantian berpose dengan latar langit yang begitu indah. Namun, saat sang adik hendak dipanggil untuk ikut berfoto, ia tidak terlihat di mana pun. Awalnya ayah dan ibu mengira Vera hanya bermain tidak jauh dari mereka. Akan tetapi, setelah beberapa menit berlalu, Vera tetap tidak tampak di hadapan mereka. Wajah ayah dan ibu mulai berubah panik saat menyadari bahwa anak mereka benar-benar menghilang. Mereka semua segera berpencar untuk mencari Vera. Eira berjalan menyusuri pantai sembari memanggil nama adiknya berulang kali, namun yang terdengar hanya suara deburan ombak.
Kekhawatiran mereka semakin besar, terlebih ombak pagi itu terlihat cukup kuat. Rasa cemas membuat langkah mereka semakin cepat saat menyisir berbagai arah. Setelah hampir setengah jam mencari, Eira melihat sebuah sandal kecil yang tampak sangat dikenalnya tergeletak di atas pasir. Ia segera menghampiri dan menyadari bahwa sandal itu milik Vera. Dengan perasaan campur aduk, Eira terus mengikuti jejak-jejak kaki kecil yang terlihat samar di pasir. Hingga akhirnya, ia melihat Vera duduk di bawah sebuah pohon sambil memeluk lututnya. Wajah Vera tampak ketakutan dan kebingungan. Saat melihat kakaknya datang, ia langsung berdiri dan berlari memeluk Eira. Rasa lega yang sejak tadi tertahan akhirnya memenuhi hati mereka.
Ayah dan Ibu yang datang beberapa saat kemudian langsung memeluk Vera dengan erat. Wajah mereka yang tadinya penuh kekhawatiran akhirnya kembali tenang. Setelah kejadian itu, mereka memutuskan untuk tetap menikmati waktu bersama sambil menyaksikan matahari terbit yang begitu indah. Peristiwa tersebut menjadi pengalaman yang tidak akan pernah dilupakan oleh Eira dan keluarganya. Mereka belajar untuk selalu berhati-hati dan menjaga satu sama lain saat berada di tempat ramai
Karya: Firdausi Rofia S. A
Kelas: 8C
